Blog Sanur Library

Kamis, Februari 07, 2013

My Spiritual Journey. The Dalai Lama.

Collected by Sofia Stril - Rever

No. Panggil: 294.3923992 T BST m C1



Dalai Lama adalah seorang realis dan tahu bahwa ada hambatan untuk mempraktekan rasa belas kasih terhadap sesama, termasuk keegoisan, keterikatan, kemarahan, dan kebencian. Meskipun tinggal di pengasingan selama bertahun-tahun, ia memiliki kerangka pikiran optimis. Dalai Lama juga menyebut dirinya "seorang tawa profesional" dan pecinta senyum. Hal-hal lain yang mendukungnya adalah shalat, meditasi, dan latihan fisik. Dengan keanggunan sederhana, Dalai Lama menceritakan masa kecilnya dan yang disebut sebagai reinkarnasi dari Dalai Lama Ketigabelas.
Pada buku
ini Dalai Lama menganggap pengalamannya sebagai seorang rahib Buddha memerlukan latihan spiritual untuk menjadi manusia yang lebih baik dan meningkatkan nilai pertukaran persaudaraan antar agama. Pandangannya tentang ketidakkekalan dan saling ketergantungan, telah mengubah dunia dengan cara mentransformasi pikiran, daya tarik dengan ilmu pengetahuan, dan keyakinannya dalam tanggung jawab ekologis.

Bagian terakhir dari buku ini mencakup Dalai Lama yang menjadi pemimpin sementara Tibet pada usia 16
mengisahkan tentang dirinya yang menghadapi pemberontakan 1959 di Lhasa, pengasingan paksa, caranya menarik banyak bangsa dan organisasi atas nama Tibet, usulannya supaya tanah airnya menjadi tempat kudus perdamaian bagi dunia, kesedihannya atas pelanggaran HAM yang terjadi antara penduduk Cina di Tibet, dan harapan untuk masa depan. Sejak 1959, Dalai Lama telah menerima lebih dari 84 penghargaan, gelar doktor kehormatan, dan hadiah sebagai pengakuan atas pesannya terhadap perdamaian, antikekerasan, tanggung jawab universal, dan kasih sayang.

7/01/13

Aprillianawati, S.Pd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar