Blog Sanur Library

Selasa, Februari 05, 2013

The Gift of Years. Growing Older Gracefully

Author: Joan Chittister

No. Panggil: 200.846 T CHI g C1



Petualangan besar menjadi tua dan menjadi seorang penatua adalah kesempatan untuk memperdalam dan memperkaya spiritualitas kita. Padahal kita dapat menemukan contoh dari hal ini dalam pria dan wanita yang hidup dalam budaya adat yang kuat dan dalam pelihat Yudaisme, Hindu, Buddha, dan tradisi keagamaan lainnya, jiwa tua yang bijak jarang digambarkan dalam film-film Barat dan program televisi. Biasanya orang tua yang digambarkan sebagai lemah, kikuk, atau konyol. Joan Chittister, yang telah menulis banyak buku dan dia mengemukakan potret yang berbeda dan sangat inspiratif dari karunia penuaan, dan bukanlah berkurangnya tahun untuk hidup.

Chittister, kini berusia 70-an, telah menjadi seorang biarawati selama 50 tahun dan adalah penulis lebih dari 35 buku, kolumnis mingguan untuk National Catholic Reporter, pendiri dan direktur eksekutif saat Benetvision: Sebuah Pusat Sumber Daya dan Penelitian Spiritualitas Kontemporer , dan co-chair dari Inisiatif Perdamaian PBB yang disponsori Global untuk Perempuan. Penulis menggambarkan tahap terakhir kehidupan sebagai "batu penjuru tahun, saat di mana hidup yang baru adalah menjadi baik dalam setiap perbuatan." Dia menambahkan: "Karunia tahun ini bukan hanya menjadi hidup – karunia tahun ini adalah karunia untuk menjadi lebih penuh hidup dari sebelumnya." Dalam buku ini disajikan dengan maksud untuk menunjukkan kepada kita bagaimana menjalani hidup dengan penuaan berarti harus sepenuhnya aktif, dan satu hal yang dapat membuat perbedaan antara kesehatan dan penuaan sehat adalah jiwa belajar seumur hidup.
Dalam serangkaian bab singkat
Chittister menyediakan pembahasan unsur-unsur lain dari tumbuh tua secara baik dan anggun. Dia yakin bahwa orang tua dapat membuat perjalanan hidupnya ini menjadi sebuah petualangan, sweet spot dalam waktu yang penuh dengan kesenangan.
Berikut adalah beberapa pelajaran
yang telah dibahas dalam buku:
• Tantangan
yang berurusan dengan penyesalan.
• Belajar untuk mengatasi rasa tak
ut.
• Sukacita misteri menerima daripada mencoba untuk mengendalikan segala sesuatu.
• Kesempatan untuk menikmati hubungan sebagai "alkimia kehidupan."
• Kesempatan untuk membenamkan diri pada saat ini karena kita tidak lagi begitu didorong
untuk produktif.
• kesendirian sebagai "biara orang tua."
Ruang tersebut untuk memanen kenangan kita.
• Pengampunan sebagai berkah
.
• Karunia waktu untuk mempertimbangkan warisan kehidupan kita.

Ini juga merupakan waktu hidup ketika kita memiliki waktu luang, seperti Maria, ibu Yesus, untuk merenungkan hal-hal dalam hati kita dan berpikir dengan kesadaran yang lebih filosofis.
5/02/13
Aprillianawati, S.Pd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar