Blog Sanur Library

Jumat, November 13, 2015

Kota Di Djawa Tempoe Doelo

Kota Di Djawa Tempoe Doelo
Author : Olivier Johannes Raap
Call Number : 959.82 RAA s C1
Masa sekitar pergantian abad ke – 19 hingga pertengahan abad ke – 20 merupakan zaman emas untuk kartu pos. Demikian juga terjadi di Nusantara. Pada masa itu, saat telepon masih belum umum digunakan atau dianggap terlalu mahal, kartu pos merupakan media korespodensi terpenting untuk kalangan yang bisa baca tulis. Banyak penerbit swasta menerbitkan beraneka ragam kartu pos bergambar yang menarik, sesuai dengan keinginan para masyarakat. Tetapi sangat disayangkan masyarakat hanya menganggap bahwa itu hanya kartu biasa, akan tetapi banyak hal yang yang menggambarkan kisah di zaman dahulu yang luput dari perhatian.

Buku ini menyajikan sejarah kota – kota di Pulau Jawa, sebanyak 277 lembar kartu pos di dalam buku ini membawa para pembaca kembali pada sejarah 44 kota yang terletak di ujung barat hingga ujung timur di Pulau Jawa. Pemandangan kota yang indah serta unsure pembentuk kota serta struktur dan sejarahnya. Selain itu topomimi suatu kota dijelaskan dengan lugas dan jernih dalam buku ini. Dengan membaca jejak – jejak lama di dalam buku ini dengan media kartu pos yang tersedia mungkin kita akan memiliki pandangan baru terhadap suatu kota.

Buku ini sangat memberikan pengetahuan baru kepada para pembaca dengan penjelasan yang sangat detail dan dilengkapi dengan foto dari kartu pos yang sangat menarik memberikan nilai plus terhadap buku yang sangat bagus ini. Di dalam buku ini tersedia banyak sekali kota – kota serta tempat – tempat yang dijelaskan, tempat - tempat tersebut ialah;
1.      Alun – Alun
2.      Kediaman Penguasa
3.      Masjid Agung
4.      Kota Kompeni, Benteng dan Loji
5.      Seluk – Beluk Pasar
6.      Pecinan
7.      Pemukiman Orang Asing
8.      Perkampungan Warga Tradisional
9.      Jabatan Menjadi Tanah
10.  Jalan Penuh Cerita
11.  Tentang Aliran Air
12.  Seputar Pelabuhan
13.  Aristektur Bergaya Eropa
14.  Gedung dan Julukannya
15.  Ruang Hijau
16.  Persimpangan Jalan
17.  Lengak – Lenggok di Jalan Pertokoan

06 November 2015


Christina Yolanda S.Hum


Tidak ada komentar:

Posting Komentar