Blog Sanur Library

Kamis, Desember 10, 2015

The Courage To Teach

Hasil gambar untuk the courage to teach
The Courage To Teach
Author: Parker J. Palmer
Call Number: 371.102 T PAL t C1

Guru memilih pekerjaan ini untuk alas an dari hatinya, karena mereka menyayangi dan merawat anak-anak serta pelajaran yang diajarkan oleh mereka. Sekarang, ada banyak tuntutan untuk pengajaran yang membuat guru-guru dan pendidik untuk patah hati dan semangatnya. Tujuan utama penulisan buku ini adalah bagaimana caranya guru-guru dan pendidik lainnya untuk menjadi guru yang baik—mengasih hati dan perhatian dan kasih kepada anak-anak didiknya, untuk guru-guru untuk melakukan koneksi dengan pekerjaan yang dipilihnya dan anak-anak didiknya, semangat mereka untuk menjadi hal yang penting dan paling susah dalam manusia, untuk mengajar.

Dalam buku ini, The Courage To Teach, kita diajak untuk melihat semangat dan pikiran yang seharusnya seorang guru punya: integritas dan hati untuk mengajar anak-anak didiknya. Kita juga diajak untuk mengetahui kontradiksi dari mengajar dan belajar. Karena buku ini ditujukan untuk guru-guru maka disini, buku juga dipakai sebagai self-help untuk menguasai ketakutan mengajar anak-anak, dan mengatasi anak-anak yang bisa dibilang bandel atau tidak bisa dikontrol. Buku ini juga bisa dipakai untuk mengetahui cara komunikasi antar sesame guru dalam pelajaran yang dibimbingnya, dan bagaimana pelajaran tersebut, yang sedang diajarkan, tidak hanya pelajarannya saja, tetapi juga di kehidupan anak-anak didiknya, serta megembalikan semangat dalam diri guru itu sendiri.

Buku ini terdiri dari beberapa bagian:
1.      Introduksi/ Introduction
2.      The Heart of a Teacher: Identity and Integrity in Teaching
3.      A Culture of Fear: Education and the Disconnected Life
4.      The Hidden Wholeness: Paradox in Teaching and Learning
5.      Knowing in Community: Joined by the Grace of Great Things
6.      Teaching in Community: A Subject-Centered Education
7.      Learning in Community: The Conversation of Colleagues
8.      Divided No More: Teaching from a Heart of Hope

10 Desember 2015

Kenisha Widya Wardhana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar