Blog Sanur Library

Selasa, Februari 05, 2013

The 5 Things We Cannot Change

Author: David Richio

No. Panggil: 158 T RIC f C1



Dalam buku ini ditulis oleh David Richo yang bertujuan untuk menjelaskan akar yang mendasari ketidakbahagiaan manusia dan rahasia untuk menemukan kebebasan. Ada fakta-fakta tertentu dari kehidupan yang kita tidak bisa mengubah-tidak dapat dihindari "kodrat" eksistensi manusia: (1) segala hal yang bisa berubah dan bisa berakhir, (2) hal-hal tidak selalu berjalan sesuai rencana, (3) hidup tidak selalu adil, (4) rasa sakit adalah bagian dari kehidupan, dan (5) tidak semua orang seti dan saling mencintai. Richo menunjukkan kepada kita bahwa dengan kita mendalami kodrat, kita dapat menemukan pembebasan dan menemukan kekayaan sejati yang ditawarkan kehidupan. Memadukan psikologi Barat dan spiritualitas Timur. Dengan buku ini pula, Richo menunjukkan kepada kita bagaimana untuk membuka diri terhadap kehidupan-termasuk pada apa yang menakutkan, menyakitkan, atau mengecewakan-dan menggembirakan.
Setelah membaca buku ini, kita diajak untuk menerima hal-hal yang tidak bisa kita ubah. Kita bisa melihatnya sebagai penerimaan realitas dengan kita berpartisipasi dalam evolusi kita sendiri. 

5/02/13

Aprillianawati, S.Pd

The Gift of Years. Growing Older Gracefully

Author: Joan Chittister

No. Panggil: 200.846 T CHI g C1



Petualangan besar menjadi tua dan menjadi seorang penatua adalah kesempatan untuk memperdalam dan memperkaya spiritualitas kita. Padahal kita dapat menemukan contoh dari hal ini dalam pria dan wanita yang hidup dalam budaya adat yang kuat dan dalam pelihat Yudaisme, Hindu, Buddha, dan tradisi keagamaan lainnya, jiwa tua yang bijak jarang digambarkan dalam film-film Barat dan program televisi. Biasanya orang tua yang digambarkan sebagai lemah, kikuk, atau konyol. Joan Chittister, yang telah menulis banyak buku dan dia mengemukakan potret yang berbeda dan sangat inspiratif dari karunia penuaan, dan bukanlah berkurangnya tahun untuk hidup.

Chittister, kini berusia 70-an, telah menjadi seorang biarawati selama 50 tahun dan adalah penulis lebih dari 35 buku, kolumnis mingguan untuk National Catholic Reporter, pendiri dan direktur eksekutif saat Benetvision: Sebuah Pusat Sumber Daya dan Penelitian Spiritualitas Kontemporer , dan co-chair dari Inisiatif Perdamaian PBB yang disponsori Global untuk Perempuan. Penulis menggambarkan tahap terakhir kehidupan sebagai "batu penjuru tahun, saat di mana hidup yang baru adalah menjadi baik dalam setiap perbuatan." Dia menambahkan: "Karunia tahun ini bukan hanya menjadi hidup – karunia tahun ini adalah karunia untuk menjadi lebih penuh hidup dari sebelumnya." Dalam buku ini disajikan dengan maksud untuk menunjukkan kepada kita bagaimana menjalani hidup dengan penuaan berarti harus sepenuhnya aktif, dan satu hal yang dapat membuat perbedaan antara kesehatan dan penuaan sehat adalah jiwa belajar seumur hidup.
Dalam serangkaian bab singkat
Chittister menyediakan pembahasan unsur-unsur lain dari tumbuh tua secara baik dan anggun. Dia yakin bahwa orang tua dapat membuat perjalanan hidupnya ini menjadi sebuah petualangan, sweet spot dalam waktu yang penuh dengan kesenangan.
Berikut adalah beberapa pelajaran
yang telah dibahas dalam buku:
• Tantangan
yang berurusan dengan penyesalan.
• Belajar untuk mengatasi rasa tak
ut.
• Sukacita misteri menerima daripada mencoba untuk mengendalikan segala sesuatu.
• Kesempatan untuk menikmati hubungan sebagai "alkimia kehidupan."
• Kesempatan untuk membenamkan diri pada saat ini karena kita tidak lagi begitu didorong
untuk produktif.
• kesendirian sebagai "biara orang tua."
Ruang tersebut untuk memanen kenangan kita.
• Pengampunan sebagai berkah
.
• Karunia waktu untuk mempertimbangkan warisan kehidupan kita.

Ini juga merupakan waktu hidup ketika kita memiliki waktu luang, seperti Maria, ibu Yesus, untuk merenungkan hal-hal dalam hati kita dan berpikir dengan kesadaran yang lebih filosofis.
5/02/13
Aprillianawati, S.Pd

Senin, Februari 04, 2013

Images of Jesus. Menyelami 10 Rahasia Pribadi Yesus

Author: Alfred McBride, O.Praem

No. Panggil: 232.9 MCB i C1



Kesepuluh gambaran tentang Yesus dalam buku ini sungguh dapat menggugah semangat pembaca. Gambaran – gambaran itu saling melengkapi, gambaran dalam buku ini menunjukkan bahwa Yesus itu satu. Dia tidak dpat dipotong – potong dan dilihat seperti sebuah cabang dalam radar. Buku ini juga mengajak pembaca untuk tidak melihat Kristus secara abstrak. Di sini dijelaskan bahwa buku ini bukan sejarah seni, ini adalah satu usaha sederhana mengenai spiritualitas. Setiap bab diikuti oleh beberapa latihan rohani untuk meditasi, pemeriksaan batin, doa bersama atau beberapa bentuk penemuan rohani pribadi. Pikiran tentang gambaran – gambaran Yesus dalam buku ini mengajak pembaca untuk membangun hubungan dengan Dia. Setiap gambaran Injil mengajak pembaca untuk berjalan melalui gambar ke dalam suatu dunia tempat Yesus hidup. Di dalam buku ini juga akan dijelaskan bahwa Ikon Kitab Suci membangunkan kesadaran para pembaca mengenai dunia dalam diri kita yang jarang kita perhatikan karena kesibukan kita sehari – hari.

4/02/13

Aprillianawati, S.Pd

Images of Mary. Menyelami 10 Rahasia Pribadi Maria

Author: Alfred McBride, O. Praem

No. Panggil: 232.91 MCB i C1



Melalui buku ini, penulis ingin berbagi cintanya kepada Perawan Maria. Penulis menganggap bahwa mencintai Perawan Maria sama seperti mencintai anak yang mencintai ibunya dan ingin memeberikan yang terbaik untuk ibunya. Dalam buku ini memang penulis bermaksud menyajikan rabgkaian gambaran – gambaran Maria dari masa Perjanjian Baru hingga sekarang. Walaupun mungkin kita tidak dapat menghindari gambaran – gambaran kesukaan kita sendiri, sangat bijaksana bila kita mengadopsi pricsip totalitas yang memebri kita keseluruhan mosaic yang terdiri dari gambaran – gambaran kita mengenai Maria. Untuk tercapainya tujuan itu, maka penulis telah mnyertakan latar belakang setiap gambaran, didasarkan pada sejarah Gereja, dimana perlu. Pendekatan – pendekatan yang ada dalam buku ini akan memperdalam iman kita, melindungi kita dari sikap – sikap ekstrem, dan memeprluas wawasan kita mengenai gereja. Buku ini akan melindungi kita dari teologi yang sempit, yang miskin dan membawa kita ke suatu teologi yang sangat kaya. Dengan buku ini pula, kita akan dengan sangat jelas merenungkan Maria karena ia mencerminkan Kristus dan Gereja.

4/02/13

Aprillianawati, S.Pd