Blog Sanur Library

Kamis, Januari 31, 2013

Critical Thinking and Communication. The Use of Reason in Argument. Fifth Edition.

Author: Edward S. Inch and Friends

No. Panggil: 168 INC c



Buku edisi kelima dari Critical Thinking and Communication memberikan beberapa gambaran tentang perkembangan argumentasi dalam proses belajar mengajar. Buku ini fokus pada sudut pandang retorik dalam argument. Dan juga dalam bab 2 akan dijelaskan dimana dalam berargumentasi terdapat beberapa model yang digunakan, termasuk model tradisional. Kemudian di dalam bab 3 berlanjut dengan pengantar pada sudut pandang secara logic. Dalam dibahas semakin dalam pada bab 10 tentang hubungan antara kebudayaan, bahasa dan argument sebagai bentuk argument yang bervariasi dari argumen yang bekerja sama ke argument yang menimbulkan permusuhan. Dan pada bab 11 mendiskusikan tentang bagaimana menerima suatu argument dengan peserta yang bervariasi. Dalam buku ini pula, penulis menekankan tentang pentingnya argumentasi dalam kehidupan sehari-hari, yang memang berfungsi untuk membangun kompetensi orang – orang dan kesadaran kritis. Berpikir Kritis mendorong pembaca untuk mengembangkan keterampilan dalam membangun dan menyangkal argumen. Melalui latihan dan contoh, pembaca belajar bagaimana membuat argumen sendiri, memperpanjang kasus argumen, dan memahami bagaimana argumen dirancang dan bagaimana menafsirkannya. Teks dalam buku memungkinkan pembaca untuk mengkonsep argumentasi dalam kerangka yang lebih luas dari interaksi verbal dan tertulis, dari berbicara di depan umum dan berdebat dengan secara interpersonal, antarbudaya, dan komunikasi kelompok kecil.

31/01/13

Aprillianawati, S.Pd 
Teacher of Santa Ursula Jakarta

I Could Do Anything. If I only Knew What It Was.

Author: Barbara Sher

No. Panggil: 158 SHE i



Buku ini sangat luar biasa yang dapat dijadikan panduan untuk menunjukkan langkah demi langkah bagaimana untuk menjadi seorang pemenang. Di dalam buku ini dijelaskan bahwa Hidup tanpa arah adalah seperti hidup tanpa gairah. Yang dimaksud sebagai hidup dengan arah di sini adalah hidup dengan karir yang berdasarkan dengan keinginan. Dan dalam buku ini, pembaca akan diajak untuk mengungkapkan tentang bagaimana membangun kembali tujuan yang telah lama hilang. mengatasi rintangan yang menghambat kesuksesan, memutuskan apa yang inginkan, dan terus hdup dalam berbagai macam keinginan. Dalam buku ini, pembaca akan belajar;
* Apa yang harus dilakukan jika
kita tidak pernah memilih untuk menjadi apa yang Anda dapat sekarang.
* Bagaimana
hidup dalam jalur yang cepat namun tetap benar
*
Bantuan yang bersifat teknis yang akan menghapus semua hal – hal negative pikiran kita
* Bagaimana
mengumpulkan untuk bangkit lagi saat impian gagal
*
Bagaimana untuk berhenti terhadap hal – hal yang sifatnya hanya menunggu keberuntungan dan bersiap membuat sesuatu yang baru dalam hidup.

31/01/13
Aprillianawati, S.Pd 
Teacher of Santa Ursula Jakarta

Rabu, Januari 30, 2013

Train Mind Change Your Brain

Author: Sharon Begley

No. Panggil: 128.2 BEG t



Dalam buku ini memfokuskan pada satu pertanyaan yaitu apakah mungkin bagi kita untuk mengubah struktur dan fungsi otak kita, yang dengan demikian mengubah cara berpikir kita? Dan dalam buku ini akan menjawab pertanyaan tersebut dimana penulis akan memaparkan penjelasan untuk menjawabnya dengan membuat laporan tentang bagaimana ilmu pengetahuan berkembang yang nantinya menunjukkan bagaimana kita semua memiliki kekuatan untuk benar-benar mengubah otak kita dan mengubah pikiran kita. Temuan ini memiliki implikasi menarik bagi transformasi pribadi.
Dijelaskan pula dalam buku ini bahwa selama beberapa dekade, kebijaksanaan konvensional ilmu saraf menyatakan bahwa hardware otak adalah tetap dan tidak berubah - bahwa kita memang sering terjebak dengan apa yang kita pikirkan. Namun penulis menunjukkan bahwa otak tidak hanya mampu mengubah struktur tetapi juga menghasilkan neuron baru, bahkan sampai usia tua. Otak dapat beradaptasi, menyembuhkan, memperbarui diri setelah trauma, dan mengkompensasi kecacatan. Penulis dengan baik mengubah pemahaman kita tentang pikiran manusia untuk mendalami emosi, masalah kognitif, dan perilaku. Terobosan dari penulis ini menunjukkan bahwa mungkin untuk me-reset meteran kebahagiaan kami, maka kita harus melatih pikiran untuk memecah siklus depresi dalam otak. Penulis juga menyarankan kepada pembaca untuk terus belajar saling menyayangi astu sama lain, langkah kunci dalam pencarian Dalai Lama untuk dunia yang lebih damai. Tapi seperti yang kita pelajari dari penelitian yang dilakukan pada para biksu Budha dalam buku ini, komponen penting dalam mengubah otak adalah memanfaatkan kekuatan pikiran dan, khususnya, terfokus pada perhatian. Pada intinya, buku ini memberikan praktek Buddhis klasik tentang melatih kesadaran; suatu teknik yang telah menjadi populer di Barat dan yang segera dapat digunakan untuk semua orang.



30/01/13


Aprillianawati, S.Pd
Teacher of Santa Ursula Jakarta