An Eyewitness History PEOPLE POWER:
The Philippine Revolution of 1986
Author: Monina Allarey Mercado
Call Number: 959.9 EYE a
Ini adalah cerita saksi
mata revolusi Filipina tahun 1986, dan bukanlah hanya dari 1 sumber melainkan
dari beberapa sumber. Revolusi ini berbicara tentang revolusi yang berbeda,
revolusi ini tidak menggunakan kekerasan melainkan menggunakan apa yang sejak
dulu disebut sebagai “people power” atau kekuatan
rakyat.
Revolusi yang bertempat
di Manila pada tanggal 22-25 Februari 1986 ini datang sebagai efek dramatis
untuk melanjarkan kontes pemilihan antara Presiden Ferdinand Marcos, yang telah
berkuasa selama 20 tahun dan Corazon Aquino, janda dari pemimpin politik
Benigno Aquino, Jr. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Filipina, mereka
memutuskan untuk mengusir pemerintah yang terkuat sejak kemerdekaan Filipina.
Buku ini terdiri dari 5
bagian cerita yang diceritakan oleh orang-orang yang berbeda, bagian-bagian ini
menceritakan berbagai kejadian pada masa-masa revolusi tersebut. Juga
menyediakan ilustrasi gambar di sela-sela cerita untuk membuat buku tersebut
lebih menarik, kelima bagian itu adalah:
- The Assasination of Benigno S. Aquino, Jr.,1983
- Rallies, marches, and demonstrations,1983 to 1985
- The Election Campaign,1986
- The Election and Ballot Watch,1986
- The People’s Uprising, February 22 to 25,1986
Kamis, 10 Desember 2015
Eileen Marissa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar