Pers Indonesia : Berkomunikasi dalam
Masyarakat Tidak Tulus
Author : Jakob Oetama
Call Number : 323.44 OET a
Meski
tugas "komunikasi" adalah meniadakan "ketidaktulusan" tadi,
tetapi pada prakteknya, kita merasakan adanya ketidaktulusan dalam komunikasi
kita. Ketidaktulusan yang bisa diartikan, bukan yang keluar dari pikiran dan
hati yang sama. Komunikasi basa-basi. Komunikasi yang tidak menyampaikan pesan
yang sebenarnya.
Dalam buku ini dijelaskan bahwa Naskah – Naskah yang
dikumpulkan sejak tahun 80-an sampai pada tahun 2001, dari sana dihasilkan tiga
kumpulan tulisan yang bersangkutan dengan pers, manajemen – bisnis, dan
kehidupan politik. Disetiap bidang itu terdapat benang merah yang menjadi ciri
khas, semacam sosok (genre)
perjuangan, pemikiran, dan pergulatan Jakob Oetama. Di bidang pres misalnya,
mengutip Ignas Kleden dalam Pengantar, “penulis buku ini menghadapi jurnalisme
Indonesia bukan pertama – tama sebagai a question
of knowledge yang harus diteliti, tetapi a question of action yang harus dipecahkan dan diatasi”. Di bidang
manajemen bisnis pun banyak ditekankan karyawan sebagai aset perusahan bukan
alat, harta benda bersifat sosial. Di bidang politik, lagi – lagi lewat
pergulatan yang bisa disimak dari tajuk – tajuknya, dia mengajak memperjuangkan
masyarakat Indonesia yang terbuka, sebuah civil
society yang tidak sekali jadi tetapi yang perlu selalu digugat, diisi, dan
dikembangkan terus – menerus.
Buku ini terdiri dari 490 halaman yang didalamnya
terdapat V Bab yang terdiri dari 46 Chapter yang membahas mengenai pres di
Indonesia ini. Ke V Bab tersebut ialah;
1.
Kebebasan Pers dan Usaha Mencerahkan
2.
Kompetensi Profesional
3.
Instrumen Komunikasi
4.
Jurnalisme Pembangunan
5.
Pers sebagai Mitra Masyarakat
11 Desember 2015
Christina Yolanda S.Hum

Tidak ada komentar:
Posting Komentar