No. Panggil: 301.6 GIB p
Buku ini mengisahkan tentang sebuah keluarga misionaris yang mendedikasikan karyanya dengan pergi ke Irian Jaya
pada tahun 1950 untuk memberitahu dan mengajarkan kepada orang-orang Irian Jaya yang
ada di sana tentang rencana keselamatan kerajaan Allah. Alice Gibbons telah mampu menunjukkan karyanya tidak hanya dengan pemberitahuan tentang keselamatan
kerajaan Allah tetapi juga mengajarkan kepada orang – orang Irian
Jaya yang ada di sana bagaimana cara membaca dan menulis serta melatih mereka bagaimananya
caranya pula melatih orang lain. Dan tentu saja semuanya itu tidaklah mudah dan
memerlukan proses yang panjang dan sulit untuk memberitahukan kerajaan Allah
dan mengajarkan tentang membaca dan menulis.
Keluarga Misionaris ini sungguh memberikan bantuan yang tanpa pamrih kepada suku di Irian Jaya. Walaupun para misionaris diberi ajaran sesat oleh suku yang ada di sana untuk membakar jimat dan patung Allah, dan juga diiming – imingi akan dijual ke kolektor untuk jumlah tinggi. Namun para misionaris mampu mengajarkan dan meyakinkan para anggota suku untuk menyerah kepada ajaran sesat mereka dan menganut Allah. Dan memang dengan adanya kedatangan para misionaris ini, orang – orang suku Irian Jaya yang menderita batuk rejan dan HIV, dapat sembuh. Serta pertambangan di tanah mereka, menjadi berkembang. Perang antar suku berhenti dan wanita tidak ada lagi yang meninggal dalam melahirkan.
Keluarga Misionaris ini sungguh memberikan bantuan yang tanpa pamrih kepada suku di Irian Jaya. Walaupun para misionaris diberi ajaran sesat oleh suku yang ada di sana untuk membakar jimat dan patung Allah, dan juga diiming – imingi akan dijual ke kolektor untuk jumlah tinggi. Namun para misionaris mampu mengajarkan dan meyakinkan para anggota suku untuk menyerah kepada ajaran sesat mereka dan menganut Allah. Dan memang dengan adanya kedatangan para misionaris ini, orang – orang suku Irian Jaya yang menderita batuk rejan dan HIV, dapat sembuh. Serta pertambangan di tanah mereka, menjadi berkembang. Perang antar suku berhenti dan wanita tidak ada lagi yang meninggal dalam melahirkan.
7/11/12
Aprillianawati, S.Pd
Teacher of Santa Ursula Jakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar