Pasola
Author
: Drs. Munanjar Widyatmika & Prof. dr. Hudiono
Call
Number : 959.8 WID p C1
Dalam kosmologi Sumba, ada
oposisi yang menempatkan sehala hal dalam posisi berlawanan : panas – dingin,
lelaki – perempuan, sakral – profan, benar – salah, dan seterusnya. Sebagai contoh:
langit, sungai, air hujan, cangkul dan tunggal dianggap mewakili unsur lelaki
yang panas, Bumi, lahan, bibit tanaman, dan lubang tanam mewakili unsur wanita
dan bersifat dingin. Bertani dianalogikan dengan konsep perkawinan dimana dua
unsur yang bertentangan tetapi saling diperlukan yakni laki – laki dan
perempuan disatukan. Bertani adalah proses penyatuan itu. Sebagai kegiatan yang
akan menghasilkan kehidupan baru, bertani, dan sebagaimana perkawinan adalah
suatu hal yang sakral. Penuh dengan aturan adat yang mengatur hubungan manusia
dengan marapu.
Pasola
yang menjadi
pokok pembicaraan buku ini adalah suatu etnografi tentang rangkaian upacara
untuk meminta berkah kesuburan lahan pertanian pada para leluhur atau marapu. Dengan runtut, Widiyatmika
bertutur mengenai siapa orang Sumba dan bagaimana mereka bisa menjadi seperti
sekarang. Melalui data sejarah, bahasa dan arkeologi, Widiyatmika menancapkan
argumentasi mengenai asal usul orang Sumba yang kemungkinan berasal dari bagian
barat Indonesia khususnya Melayu. Meskipun demikian, dengan keluasaan
referensinya, pengarang dapat menjelaskan kepada pembaca mengenai aneka ras
yang mengalir darah orang Sumba sekarang ini, termasuk posisi budaya dan ras
Melanesia di Sumba.
25 November 2015
Christina Yolanda S.Hum

Tidak ada komentar:
Posting Komentar