Blog Sanur Library

Senin, November 30, 2015

Pasola



Pasola
Author : Drs. Munanjar Widyatmika & Prof. dr. Hudiono
Call Number : 959.8 WID p C1

Dalam kosmologi Sumba, ada oposisi yang menempatkan sehala hal dalam posisi berlawanan : panas – dingin, lelaki – perempuan, sakral – profan, benar – salah, dan seterusnya. Sebagai contoh: langit, sungai, air hujan, cangkul dan tunggal dianggap mewakili unsur lelaki yang panas, Bumi, lahan, bibit tanaman, dan lubang tanam mewakili unsur wanita dan bersifat dingin. Bertani dianalogikan dengan konsep perkawinan dimana dua unsur yang bertentangan tetapi saling diperlukan yakni laki – laki dan perempuan disatukan. Bertani adalah proses penyatuan itu. Sebagai kegiatan yang akan menghasilkan kehidupan baru, bertani, dan sebagaimana perkawinan adalah suatu hal yang sakral. Penuh dengan aturan adat yang mengatur hubungan manusia dengan marapu.
 
Pasola yang menjadi pokok pembicaraan buku ini adalah suatu etnografi tentang rangkaian upacara untuk meminta berkah kesuburan lahan pertanian pada para leluhur atau marapu. Dengan runtut, Widiyatmika bertutur mengenai siapa orang Sumba dan bagaimana mereka bisa menjadi seperti sekarang. Melalui data sejarah, bahasa dan arkeologi, Widiyatmika menancapkan argumentasi mengenai asal usul orang Sumba yang kemungkinan berasal dari bagian barat Indonesia khususnya Melayu. Meskipun demikian, dengan keluasaan referensinya, pengarang dapat menjelaskan kepada pembaca mengenai aneka ras yang mengalir darah orang Sumba sekarang ini, termasuk posisi budaya dan ras Melanesia di Sumba. 

25 November 2015


Christina Yolanda S.Hum




Tidak ada komentar:

Posting Komentar