Verifikasi
Nilai Budaya Bahari Seke – Maneke : Tradisi Bahari di Ambang Kepunahan
Author
: Alex J. Ulaen
Call
Number : 301.095 VER C1
Nusa Utara, sebagaimana disebut
oleh A. B. Lapian, seorang sejarawan, adalah gugusan pulau yang dinamai oleh
warga pendukung tradisi pendukung tradisi bahari. Pernyataan tersebut
diungkapkan dalam karya – utamanya pada tahun 1987, dengan merujuk pada
sejumlah tradisi dan artefak budaya setempat. Sayangnya, kejayaan tradisi
bahari yang juga disebut baik oleh Lapian maupun James Warren (1987), Daniel
Brilman (1938), serta beberapa pengarang lainnya yang kini semakin meredup.
Seperti judul buku ini Verifikasi
Nilai Budaya Bahari Seke – Maneke : Tradisi Bahari di Ambang Kepunahan,
pengarang telah menyajikan sebuah kisah tentang ditinggalkannya alat tangkap ikan
yang disebut seke, serta kegiatan manake’ digantikan dengan jaring serta
alat tangkap yang lebih mutakhir. Ternyata, persoalannya persoalannya tidak
sekedar tergantikan alat tangkap ikan dengan alat tangkap yang baru, melainkan
juga turut mempengaruhi tatanan sosial serta tatanan sosial serta tatanan nilai
balik tradisi ini.
Ketika kebijakan pemerintah pusat
akhir – akhir ini melihat laut ( dan bahari ) sebagai masa depan bangsa serta
kekuatan perekonomian, warga pulau – pulau kecil pendukung tradisi bahari tengah
bergulat dalam proses pelumpuhan (paraalysing)
tradisi bahari yang sempat menjamin kemashlahatan hidup komunitasnya.
25 November 2015
Christina Yolanda S.Hum

Tidak ada komentar:
Posting Komentar